PENGUATAN SISTEM PELAPORAN DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN FRAUD DAN PENCUCIAN UANG DI DINAS KESEHATAN KOTA TOMOHON

Penulis

  • Seftian Welong

Kata Kunci:

Fraud digital, sinkronisasi data kesehatan, pelaporan berbasis bukti

Abstrak

Penelitian ini membahas pencegahan fraud dan praktik pencucian uang di sektor keuangan digital, khususnya pada sistem pelaporan kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tomohon. Transformasi digital telah meningkatkan efisiensi layanan namun juga memperbesar potensi penyalahgunaan data akibat lemahnya sinkronisasi dan kontrol sistem. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi akar masalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis mengidentifikasi enam akar penyebab kerentanan, yakni: ketergantungan pada satu petugas input data, ketiadaan jadwal pelaporan dan notifikasi otomatis, keterbatasan perangkat kerja, absennya indikator kinerja (KPI), serta rendahnya prioritas pelaporan di tingkat fasyankes. Masalah-masalah ini menciptakan ekosistem yang memungkinkan terjadinya fraud administratif seperti klaim ganda dan data fiktif, yang pada akhirnya berpotensi digunakan dalam praktik pencucian uang melalui dana program kesehatan. Penelitian ini menekankan pentingnya pelaporan digital yang real-time dan berbasis bukti untuk memperkuat akuntabilitas. Pemerintah daerah perlu segera mengembangkan sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan fitur notifikasi otomatis, audit trail real-time, indikator kinerja yang jelas, serta peningkatan kapasitas SDM dan infrastruktur pelaporan. Budaya pelaporan yang akuntabel dan transparan juga perlu ditanamkan secara sistemik pada setiap lini fasyankes.

Unduhan

Diterbitkan

04-08-2026

Cara Mengutip

Welong, S. (2026). PENGUATAN SISTEM PELAPORAN DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN FRAUD DAN PENCUCIAN UANG DI DINAS KESEHATAN KOTA TOMOHON. Jurnal Eksplorasi Ilmu Pendidikan Kesehatan Indonesia, 1(2), 48–53. Diambil dari https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/12