Jurnal Eksplorasi Ilmu Pendidikan Kesehatan Indonesia https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository <div id="focusAndScope"> <p>Jurnal EMPATI : a Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, nursing, public health, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health, health psychology, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on</p> </div> <div id="peerReviewProcess"> <h3> </h3> </div> STIKES Bethesda Tomohon id-ID Jurnal Eksplorasi Ilmu Pendidikan Kesehatan Indonesia 3123-9048 GAMBARAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI DESA PINABETENGAN SELATAN KECAMATAN TOMPASO BARAT https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/10 <p>ABSTRAK</p> <p>&nbsp;</p> <p>Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor usia. Asam urat meningkat dengan perbandingan 3:1 pada lansia yang berusia lebih dari 60 tahun. Lansia adalah suatu tahap akhir dari proses kehidupan individu dan secara tidak langsung mengalami berbagai macam perubahan baik dari fisik, psikososial dan spiritual dengan usia di atas 60 tahun. Oleh karena itu, pemantauan kadar asam urat pada lansia sangat penting untuk mencegah berbagai komplikasi, terutama penyakit gout yang dapat memperburuk kualitas hidup lansia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada lansia di Desa Pinabetengan Selatan. Desain penelitian bersifat deskriptif observasi. Populasi penelitian ini yaitu lansia yang bersedia dilakukan pemeriksaan kadar asam urat pada bulan Juni sampai Juli 2025 dengan jumlah sampel 55 orang yang diambil menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dengan observasi laboratoris serta data diolah dengan editing, coding, dan tabulating. Hasil dari penelitian pada 55 responden menunjukkan 38 responden (69%) mengalami hiperurisemia, serta 17 responden (31%) memiliki kadar asam urat normal. &nbsp;Kesimpulan berdasarkan data penelitian yaitu hampir seluruh lansia di Desa Pinabetengan Selatan Kecamatan Tompaso Barat yang dilakukan pemeriksaan kadar asam urat mengalami peningkatan kadar asam urat atau hiperurisemia.</p> <p>Kata kunci : asam urat, hiperurisemia, lansia.</p> <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>Uric acid is the final metabolic product of purine, a component of nucleic acids found in the nucleus of body cells. Increased uric acid levels are influenced by several factors, one of which is age. Uric acid levels increase by a ratio of 3:1 in seniors over 60 years of age. Elderly individuals are at the final stage of their life and experience various physical, psychosocial, and spiritual changes, especially in those over 60 years of age.</em> <em>Therefore, monitoring uric acid levels in the elderly is very important to prevent various complications, especially gout which can worsen the quality of life of the elderly</em>.<em> The purpose of this study was to determine the profile of uric acid levels in the elderly</em> <em>in Pinabetengan Selatan Village</em><em>.</em> <em>The research design was descriptive and observational. The population consisted of elderly people who agreed to undergo uric acid level testing between June and July 2025. A total of 55 individuals were selected using purposive sampling. Data were collected through laboratory observation, and processed through editing, coding, and tabulation.</em> <em>The results of the study on 55 respondents showed that 38 respondents (69%) experienced increased</em><em> hiperurisemia</em><em>, and 17 respondents (31%) had normal uric acid levels</em><em> or hiperurisemia</em><em>.</em> <em>The conclusion based on research data is that almost all elderly people in Pinabetengan Selatan Village, Tompaso Barat District who underwent uric acid level examination experienced increased uric acid levels.</em><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords :</em><em>gout, hyperuricemia, elderly</em></p> Jeane Sumarauw Grace Marentek Shearfiano Mandagi Hak Cipta (c) 2026 Jeane Sumarauw, Grace Marentek, Shearfiano Mandagi 2026-08-04 2026-08-04 1 2 29 38 EFEKTIVITAS INTEGRASI PROMOSI KESEHATAN DIGITAL DALAM SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT TERHADAP LITERASI KESEHATAN, KEPATUHAN, DAN LOYALITAS PASIEN RS GUNUNG MARIA TOMOHON https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/17 <p><strong>Pendahuluan:</strong>&nbsp;Transformasi digital dalam pelayanan rumah sakit menuntut integrasi promosi kesehatan digital ke dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pasien. Integrasi ini penting karena tidak hanya mendukung fungsi administratif, tetapi juga berpotensi meningkatkan literasi kesehatan, kepatuhan, dan loyalitas pasien. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini untuk menganalisis efektivitas integrasi promosi kesehatan digital dalam SIMRS terhadap literasi kesehatan, kepatuhan, dan loyalitas pasien di RS Gunung Maria Tomohon. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 388 pasien rawat jalan dipilih menggunakan systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang mengukur integrasi promosi kesehatan digital, literasi kesehatan, kepatuhan, dan loyalitas pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden menilai integrasi promosi kesehatan digital berada pada kategori baik (55,2%). Literasi kesehatan tinggi ditemukan pada 50,5% responden, kepatuhan tinggi 46,9%, dan loyalitas tinggi 45,4%. Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara integrasi promosi kesehatan digital dengan literasi kesehatan (p=0,001), kepatuhan pasien (p=0,000), dan loyalitas pasien (p=0,000). <strong>Kesimpulan:</strong> Integrasi promosi kesehatan digital dalam SIMRS terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan, kepatuhan, dan loyalitas pasien. Penguatan promosi kesehatan digital dapat menjadi strategi penting bagi RS Gunung Maria Tomohon dalam mendukung pengembangan smart hospital yang berfokus pada mutu pelayanan dan patient engagement</p> Ake Royke Calvin Langingi Hak Cipta (c) 2026 Ake Royke Calvin Langingi, Grace Irene Viodyta Watung _Rivolta Alfiko Musak 2026-08-04 2026-08-04 1 2 1 12 GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN LANSIA DIMASA PANDEMI COVID-19 DI DESA TORAGET KECAMATAN LANGOWAN UTARA KABUPATEN MINAHASA https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/13 <p>COVID-19 merupakan permasalahan dunia yang jumlah kasusnya terus bertambah&nbsp; setiap saat. Grafik kematian COVID-19 melonjak tahun 2021, kebanyakan dari mereka adalah pasien Lansia. Lansia rentan terkena penyakit disebabkan oleh proses degeneratif yang menyebabkan menurunnya imunitas tubuh sehingga lansia rentan terinfeksi penyakit, termasuk COVID-19. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi lansia. <strong>Metode</strong> penelitian menggunakan desain penelitian desktiptif kuantitatif yang bertujuan untuk diketahuinya Gambaran Tingkat Kecemasan Lansia Di Masa Pandemi COVID-19 di Desa Toraget Kecamatan Langowan Utara Kabupaten Minahasa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada lansia di Desa Toraget. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling dengan jumlah responden 139 lansia di Desa Toraget. <strong>Hasil</strong> penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa Sebagian besar lansia di Desa Toraget memiliki tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 93 responden (66,90%) dari 139 responden yang diteliti, sementara responden dengan tingkat kecemasan rendah yaitu 34 responden (24,46%), dan responden dengan tingkat kecemasan berat yaitu 12 responden (8,64%). <strong>Kesimpulan</strong> dari penelitian ini yaitu Sebagian besar lansia mengalami cemas sedang. Saran bagi lansia selama pandemi COVID-19 yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga kesehatan dengan olahraga dan makan makanan bergizi secara teratur dan hindari hal hal yang menimbulkan kecemasan.</p> Rivolta Alfiko Musak Hak Cipta (c) 2026 Rivolta Alfiko Musak 2026-08-04 2026-08-04 1 2 13 19 ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEPATUHAN PENGENDALIAN INFEKSI PADA TENAGA KESEHATAN DI RSUD MITRA SEHAT, KABUPATEN MINAHASA TENGGARA https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/15 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap pengendalian infeksi merupakan komponen penting dalam mencegah infeksi nosokomial dan meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit. Tingginya beban kerja diduga menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam menerapkan prosedur pengendalian infeksi secara optimal. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini menganalisis hubungan beban kerja dengan kepatuhan pengendalian infeksi di RSUD Mitra Sehat Kabupaten Minahasa Tenggara. <strong>Metode:</strong> penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, dokter, dan sanitarian, yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta Odds Ratio (OR) dengan tingkat signifikansi 95%. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berusia &gt;30 tahun (60,0%), berjenis kelamin perempuan (65,0%), berpendidikan S1 (52,5%), dan memiliki masa kerja ≥5 tahun (62,5%). Distribusi beban kerja menunjukkan 50,0% responden memiliki beban kerja tinggi dan 50,0% beban kerja rendah. Kepatuhan pengendalian infeksi menunjukkan 52,5% responden patuh. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kepatuhan pengendalian infeksi (p=0,002), dengan OR=2,310 (95% CI: 1,25–2,44), yang berarti beban kerja tinggi meningkatkan risiko ketidakpatuhan. <strong>Kesimpulan:</strong> Beban kerja berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengendalian infeksi. Pengelolaan beban kerja yang efektif diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan rumah sakit.</p> Grace Irene Viodyta Watung Hak Cipta (c) 2026 Grace Irene Viodyta Watung, Ake Royke Calvin Langingi 2026-08-04 2026-08-04 1 2 20 28 GAMBARAN PENGGUNAAN APLIKASI SIHEPI DI DINAS KESEHATAN DAERAH KOTA TOMOHON https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/11 <p><strong><em>Introduction:</em></strong><em>&nbsp;Diarrheal disease remains a significant public health problem in Indonesia, including North Sulawesi which recorded 11,532 cases in 2024. The Hepatitis and Digestive Tract Infection Information System (SIHEPI) was developed to support national recording and reporting of diarrhea cases. This study aims to describe the use of the SIHEPI application for diarrhea control at the Tomohon City Health Office. <strong>Methods:</strong> A descriptive qualitative study with an observational approach was conducted from November 17-28, 2025 at the Tomohon City Health Office. Subjects were surveillance officers and administrative staff in the Disease Prevention and Control division. Data were collected through direct observation, informal interviews, and document review. Analysis used the Problem Solving Cycle and 5 Why Analysis to identify root causes. <strong>Results:</strong> The use of SIHEPI in Tomohon still faces problems of delayed data entry and incomplete reporting variables. Fishbone analysis identified human resources, procedures, facilities, management, and work environment factors. The 5 Why Analysis revealed root causes: absence of structured standard operating procedures (SOP), lack of designated surveillance person in charge, irregular supervision, and dynamic program priorities. Priority solutions include SOP development, assignment of a surveillance PIC, technical training, and regular supervision. <strong>Conclusion:</strong> SIHEPI plays an important role in diarrhea surveillance but its implementation is not yet optimal. Improvement recommendations focus on strengthening reporting governance and personnel capacity.</em></p> Marieska Waworuntu Hak Cipta (c) 2026 Marieska Waworuntu, Finni Fitria Tumiwa, Apricillia Agrita Pandey, Virgina Beatrix Pantow 2026-08-04 2026-08-04 1 2 39 47 PENGUATAN SISTEM PELAPORAN DIGITAL SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN FRAUD DAN PENCUCIAN UANG DI DINAS KESEHATAN KOTA TOMOHON https://ejournal.stikesbethesdatmh.ac.id/index.php/repository/article/view/12 <p>Penelitian ini membahas pencegahan <em>fraud</em> dan praktik pencucian uang di sektor keuangan digital, khususnya pada sistem pelaporan kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Tomohon. Transformasi digital telah meningkatkan efisiensi layanan namun juga memperbesar potensi penyalahgunaan data akibat lemahnya sinkronisasi dan kontrol sistem. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi akar masalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis mengidentifikasi enam akar penyebab kerentanan, yakni: ketergantungan pada satu petugas input data, ketiadaan jadwal pelaporan dan notifikasi otomatis, keterbatasan perangkat kerja, absennya indikator kinerja (KPI), serta rendahnya prioritas pelaporan di tingkat fasyankes. Masalah-masalah ini menciptakan ekosistem yang memungkinkan terjadinya <em>fraud</em> administratif seperti klaim ganda dan data fiktif, yang pada akhirnya berpotensi digunakan dalam praktik pencucian uang melalui dana program kesehatan. Penelitian ini menekankan pentingnya pelaporan digital yang real-time dan berbasis bukti untuk memperkuat akuntabilitas. Pemerintah daerah perlu segera mengembangkan sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan fitur notifikasi otomatis, audit trail real-time, indikator kinerja yang jelas, serta peningkatan kapasitas SDM dan infrastruktur pelaporan. Budaya pelaporan yang akuntabel dan transparan juga perlu ditanamkan secara sistemik pada setiap lini fasyankes.</p> Seftian Welong Hak Cipta (c) 2026 Seftian Welong, Eccleo Manangkot, Zefania Tamburian, Armando I. Pangemanan, David M. Sendow 2026-08-04 2026-08-04 1 2 48 53